Friday, March 15, 2013

Keluhan Satria FU & Cara mengatasinya


Satria155 

7 Keluhan Satria FU Terpopuler Sepanjang Masa & Solusinya
- Versi satria155.com-
Memiliki motor Satria FU memang gampang gampang susah, apalagi buat yang belum terbiasa alias pengguna baru. Seringkali ada saja permasalahan di motor yang dikeluhkan karena terasa mengganjal dan mengganggu kenyamanan saat berkendara satria FU. Merangkum apa yang pernah saya alami sendiri dan juga dari penuturan FUers yang lain, berikut ini saya susun daftar
“7 Masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna baru Satria FU”:
1. Mesin Cepat Panas
Ini saya alami sendiri waktu pertama kali si satria FU datang dari dealer. Tanpa basa basi, Langsung saya nyalain trus bawa jalan jalan keliling komplek. Eh..paling baru sekitar 1 km, hawa panas mesin terasa sekali sampai ke kaki. Padahal biasanya mocin kasea saya gak secepat ini panasnya deh.. (ya iyalahhh…mocin 100cc gitu dibandingin ama FU..xixi)
Buat anda yang juga baru punya FU, apalagi yang tadinya biasa bawa bebek < 150cc, jangan merasa aneh ato khawatir dengan panas mesin FU. Juga tak perlu panik terus latah ikut-ikutan beli busi tipe dingin dengan harapan mesin jadi lebih dingin. Bukannya adem malah fu anda jadi susah idup nantinya, busi gampang koit, dompet pun kempes karena keseringan beli busi baru..hehehe.
Sistem pendinginan Satria FU (SACS) memang sangat bergantung pada adanya aliran udara yang masuk melalui sirip sirip oil cooler, aliran udara ini kemudian digunakan untuk ‘mendinginkan’ oli yang disirkulasi melalui jalur oil cooler. Jadi wajar kalau dibawa jalan pelan atau macet, tiupan udara/angin kurang, terasa sekali suhu mesin nya cepat meningkat drastis. Meski selama saya memakai FU belum pernah sampai mengalami overheat, tapi sengatan hawa panas ini memang mengganggu kenyamanan berkendara.
Terkait keluhan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga suhu mesin supaya tidak terlalu panas:
  • Kualitas dan Kuantitas Oli Mesin
Salah satu fungsi penting Oli mesin adalah sebagai pendingin untuk menyerap dan mentransfer panas didalam mesin. Juga sebagai pelumas yang melapisi gesekan antar part didalam mesin yang pastinya menimbulkan panas, misalnya antar ring/piston dengan liner silinder. Oli standar pabrikan untuk FU adalah SGO, oli mineral base dengan kekentalan /viksositas SAE 20w-50. Namun untuk Satria FU saya lebih menganjurkan tipe semi sintetik atau sekalian full sintetik jika memang budget anda mencukupi, dengan SAE 15w-50 atau 10w-40 yang lebih encer. Kelebihannya, pada suhu dingin -misalnya pada saat pagi-pagi- SAE ini lebih mudah dan cepat bersirkulasi. Dan pada suhu panas juga tidak gampang mengental sehingga tetap mudah bersirkulasi mentransfer panas mesin dan sanggup menjangkau celah-celah sempit didalam mesin FU.
Untuk menjaga kualitas oli, gantilah Oli dan dan Filter Oli secara teratur sesuai anjuran. Setiap merk berbeda beda, tapi biasanya untuk semi sintetik idealnya setiap 2500km. Filter Oli berfungsi untuk menyaring kotoran/gram yang larut di oli. Ganti filter oli setiap 3x pergantian oli.
Untuk kuantitas oli, rutin cek jumlah /takaran oli didalam mesin melaui kaca intip yang tersedia dibawah selahan/kick starter, karena tipe oli encer 10w-40 memang lebih mudah menguap dibanding tipe 20w-50. Siapkan cadangan oli tambahan untuk antisipasi darurat jika volume oli didalam mesin banyak berkurang/ dibawah garis batas tengah.
  • Rawat kondisi oil cooler
Kisi2/sirip oil cooler yang rusak berat/bengkok2 atau kotor dpt mengurangi kemampuan pendinginannya. Kisi2 ini memang gampang penyok, biasanya karena semprotan air tekanan tinggi saat dicuci steam. Untuk mengurangi resiko penyok, anda jg bisa menggunakan cover/pelindung oil cooler yang banyak dijual di toko aksesoris motor. Atau kalo anda rajin ya biasakan cuci sendiri FU anda biar lebih aman, hehe.
  • Jaga kondisi kebersihan mesin
Terutama blok mesin dan sirip siripnya, karena fungsinya cukup penting untuk melepas panas dari mesin ke udara luar. Kotoran, lumpur, atau kerak yang menempel di bagian luar mesin dapat menghambat pelepasan hawa panas. Jadi cuci/bersihkanlah motor secara teratur. Motor bersih, panas stabil, performa terjaga.
  • Tambahkan Aksesoris pembantu pendinginan mesin -bila perlu-
Beberapa aksesoris lain jg dapat ditambahkan untuk membantu menjaga menjaga suhu mesin tetap stabil. Misalnya kipas tambahan yg dipasang di oil cooler untuk membantu pendinginan oli, atau selang hawa tambahan yang dipasang di lubang pengisian oli & lubang intip magnet untuk membantu mentransfer hawa panas dari dalam mesin ke udara luar. Tapi kalo dirasa repot ya gak usah jg gpp, cukup utamakan point 1-3 saja.
2. Suara Mesin Berisik
Bisa dibilang, hampir semua pengguna awal satria FU pasti mengeluhkan soal bunyi bunyian di mesin ini. Seakan akan ini penyakit bawaan yang dijadikan bonus paketan dari Suzuki buat para pembeli FU, hehe.
Disaat mesin masih dingin -baru dinyalain- sering terdengar suara ‘tik-tik-tik’ dari dalam mesin. Tapi lama kelamaan atau kalau sudah dibawa jalan suaranya perlahan menghilang. Buat yg sudah terbiasa, bunyi ini mungkin tdk terlalu mengganggu dan dianggap wajar, tapi buat sebagian lain, biasanya akan takut terjadi kerusakan apabila bunyi berisik ini dibiarkan.
Dari banyak kasus, tersangka utama bunyi gemericik ini adalah pengatur ketegangan rantai keteng FU atau istilahnya Tensioner Adjuster milik FU yang – entah kenapa – seperti “lemah syahwat’, alias gampang lemes per nya, tidak mampu lagi menekan rante keteng secara maksimal, sehingga rantai keteng seperti kendur dan berisik, padahal motor masih terhitung baru keluar dealer.

Bagaimana solusinya? ya tentu saja tensioner adjuster-nya harus rajin dicek dan disetel ulang di bengkel langganan anda, misalnya pada saat servis rutin berkala.
Nah, kalau ternyata per tensioner bawaan pabrik sudah tidak ‘maen’ lagi, FUers biasanya menempuh beberapa cara alternatif berikut ini:
  • Ganti daleman per tensioner nya dengan per aftermarket yang lebih keras, dulu ada yang jual dengan harga sekitar 50rb an. Tapi sekarang saya kurang tahu apakah masih ada yang jual atau tidak. 
  • Mengganti tensioner FU dengan tensioner bawaan motor lain. Saya sendiri belum mencobanya, tapi dari penuturan mekanik langganan saya, adjuster tensionerSuzuki Thunder dapat dipasang plug n play di FU. Harga sekitar 60rb. Alternatif lain adalah tensioner Suzuki Smash dengan yg harga lebih murah, 35rb, tapi tensioner smash perlu sediki penyesuaian (dilas) dibatang penekannya yang kurang panjang.
  • Mengganti tensioner bawaan pabrik dengan tensioner manual. Kadang orang juga menyebutnya tensioner mati atau permanen, karena tidak lagi memakai per elastis yang bisa otomatis menyesuaikan tekanan rantai keteng. Opsi inilah yang dulu saya pilih di FU saya karena menurut saya alternative ini lebih efektif dan praktis. Untuk tensioner manual ini bisa dengan cara memodifikasi/merubah tensioner standar menjadi manual di tukang bubut. Biayanya cukup murah karena hanya bermodal baut ukuran 12 saja untuk pengganti tonjokan tensioner, dibuatkan lubang dan dratnya di tukang bubut. Bagi yang suka praktis dan gak mau repot, bisa juga membeli tensioner manual yang sudah jadi, lebih simpel dan rapi model nya, Harga berkisar Rp 70rb, misalnya di kaskus ada yg jual.
3. Susah Netral
Keluhan ini biasanya dialami saat kondisi mesin hidup, misalnya saat berhenti di lampu merah. Motor harus sedikit didorong maju atau dimundurin dulu sedikit baru deh bisa masuk gigi netral nya.
Sebagai motor gress, tentu aneh kalau belum apa-apa sudah terjadi kerusakan di dalam sistem transmisi atau kopling. Hmm..terus kenapa ya susah netralnya?
Saya sendiri pernah mengalami susah netral ini dulu di awal punya FU. Tapi ternyata setelah mengganti oli SGO dengan oli semi sintetik, lalu mencoba merubah setelan kopling jadi lebih jauh/full (bisa disetel dari handle kopling diatas atau dari bawah deket bak kopling), masalah ini kemudian hilang dan tak pernah muncul lagi sampai sekarang.
Dengan asumsi tidak ada kerusakan didalam kopling (hub, rumah, kanvas kopling dsb), menurut saya oli yang baik dan setelan/jarak maen kopling yg tepat sudah cukup membantu menyelesaikan masalah ini. Soal merk oli memang memang cocok cocokan. DI FU saya, oli semi sintetik seperti misalnya Shell AX7 atau Enduro racing yang punya fitur ‘anti slip kopling’ sudah cukup bikin empuk persneling dan memudahkan netralin gigi. Oli yang full sintetik yang lebih mahal tentunya lebih baik lagi.
4.Knalpot Nembak
Knalpot nembak atau “popping” ini juga pernah saya alami di Satria FU standar saya. Setiap kali habis ngebut ato bejek gas sampai rpm tinggi, pada waktu nurunin gas tiba tiba knalpot meletup atau nembak. Kadang sih pelan tapi kadang juga kenceng banget suaranya, sampe bikin kaget orang dibelakang kita, hehe. Bikin malu aja, apalagi kalo lagi boncengin cewek..wadohh…tengsin bosss…hehehe
Jangan panik dulu, belum tentu ada petasan didalam knalpot anda :D , Lakukan dulu pemeriksaan pada beberapa hal dibawah ini yang kemungkinan menjadi penyebab penyakit nembak ini :
- Apakah ada kebocoran di sambungan sambungan knalpot di head /pangkal pipa knalpot?
Kebocoran gas buang akibat pemasangan baut knalpot di head yang kurang kencang, posisi braket yg kurang pas, baut slek, atau paking knalpot yang sudah rusak dapat menyebabkan letupan atau ledakan di moncong knalpot. Jadi pastikan area ini tidak ada kebocoran sedikit pun. Ganti paking knalpot untuk memastikan. Murah kok, paling goceng alias lima ribu perak.
- Kalau sudah yakin tidak ada kebocoran knalpot tapi masih nembak, kemungkinan lainnya adalah setingan karburator yang terlalu kering di putaran bawah.
Untuk langkah awal, coba setel ulang “fuel screw” (orang bilang setelan angin) di karbu standar FU. Tambah jumlah putaran ke kiri (counter clockwise / berlawanan arah jarum jam) ¼ – ½ putaran. Jika dengan penyetelan ulang fuel screw tetap masih gejala nembak, silahkan naikan spuyer/pilot jet (pj) standar fu satu step dulu, dari 12,5 ke ukuran 15, kalo perlu sampai 17,5. Bisa pakai pj punya Smash (15) atau Shogun (17,5) atau merk aftermarket seperti Extreme dan ktc, harga sekitar 20-25 rb. Jangan lupa sesuaikan lagi setelan angin (fuel screw) di karbu setelah penggantian pilot jet ini. Untuk panduan dasar setting fuel screw karbu vakum fu nanti saya coba bahas di artikel berikutnya.
- Langkah terakhir jika dua hal diatas sudah dilakukan tapi knalpot masih nembak, adalah dengan menon-aktifkan sistem PAIR (Pulsed-Secondary Air-Injection). Jangan takut performa akan menurun, tambah boros, atau ada kerusakan dimesin akibat PAIR yang dinonaktifkan. Karena sistem PAIR hanya bekerja menyuntikan udara tambahan di ‘lubang buang’, jadi tidak mempengaruhi pembakaran di ruang bakar. Untuk menonkatifkan PAIR ini bisa dilakukan beberapa cara, tapi yang paling simpel dan dan bisa dikerjakan sendiri adalah dengan membalik plat membran PAIR yang ada di atas kop head. Dengan begitu sistem vakum pair tidak dapat bekerja mengalirkan udara dari box filter ke ehaust port. Dengan cara ini katup PAIR dan selangnya bisa tetap rapi terpasang seperti standarnya. Langkah langkah detailnya disable PAIR ini dapat disimak di penjelasan rekan FUers bro Bhotax ssfc#140 disini.
5.Rantai Roda Berisik
Banyak pengguna FU yang mengeluhkan suara rantainya yang berisik terutama saat melewati jalanan jelek. Tek tek tek tek..begitu bunyinya kayak tukang mie tek-tek..hehehe. Sumber bunyi biasanya dari rantai yang bersinggungan dengan swingarm. Jika memang tegangan/kekencangan rantai sudah disetel ideal tapi masih suka bunyi, bisa diakali dengan menambahkan karet ban di bantalan rantai nya. Bisa juga dengan mengadopsi bantalan rantai milik Jupiter MX atau Satria 2 tak. Murah meriah, harganya hanya sekitar 20rb.
6 . Gampang Mogok Karena Hujan/Air
Saat harus berkendara menerobos hujan yang cukup deras, banyak pengguna satria FU yang bercerita motornya batuk-batuk terus mati. Saat mogok, busi sudah dibuka, dikeringkan, namun setelah dipasang masih juga susah hidup, kalo pun hidup, tak lama kemudian mogok lagi. Itu karena busi basah terus akibat tergenang air. Posisi lubang busi FU yg vertical alias tegak menghadap ke atas membuat got busi gampang tergenang air hujan atau saat dicuci dan akhirnya air masuk kedalam ruang busi.
Dari apa yang saya alami, menurut saya sebetulnya FU tak seringkih itu sama air. Walaupun saat hujan ada air yang masuk ke ruang busi, paling hanya adasedikit brebet tapi tak sampai mati/mogok gak mau nyala lagi. Karena dari pabrikan sudah disiapkan lubang pembuangan untuk mengalirkan air dari dari dalam ruang busi ke luar mesin. Lubang ini terletak persis disamping pangkal knalpot, sedikit tersembunyi diantara sirip head. Asalkan lubang ini tidak mampet atau tertutup kerak/lumpur/kotoran, air cuma lewat dan busi relatif tetap aman dan motor pun tak sampai mogok.
Sayangnya lubang ini posisinya rawan tertutup kotoran dan lumpur akibat cipratan spakbor depan. Jadi kalau suatu saat FU anda mogok ditengah hujan, bisa jadi saluran buang ini mampet. Coba cek lubang pembuangan ini dengan cara dirojok/ditusuk-tusuk cukup dengan menggunakan sedotan aqua gelas atau patahan lidi atau obeng kecil saja, biasanya kalo sudah lancar, air akan mengucur keluar dari lubang ini.
Untuk mempersulit air masuk keruang busi, anda juga bisa menambahkan lilitan isolasi /celotape di chop busi supaya lebih rapat mencegah rembesan air masuk ruang busi, paling 5rb perak harga isolasinya.
7. Lampu Utama Redup / Kurang terang
Buat rider FU yang suka berkendara malam hari, sektor penerangan tentulah sangat vital fungsinya. Dalam soal ini, harus diakui memang sorot lampu utama bawaan satria FU terhitung lemah alias redup. Mengganti bohlam lampu dengan halogen abal abal saja tidak menyelesaikan masalah, malah merusak reflektor. Paling memuaskan tentu dengan mengaplikasi lampu HID atau Projie di satria FU kita, terang bin keren pula coyy :D .
Sayang sekali untuk jenis projector HID ini harganya termasuk menguras kantong. Tak semua pengguna Fu rela merogoh kocek sedalam itu untuk sektor lampu penerangan.
Adakah alternatif lain yang lebih terjangkau ? Ada.
Anda dapat coba melirik jenis lampu LED Luxeon yang harganya lebih terjangkau serta pemasangan yang lebih praktis dibanding HID. Tak perlu ubahan kelistrikan seperti misalnya fullwave, ganti kiprok, dll. Tersedia dalam berbagai pilihan watt, beberapa penjualnya menawarkan paket pemasangan yang cukup terjangkau berkisar 135 – 275rb terima beres.
Nah pemirsa, itulah tadi rangkuman 7 Keluhan Satria FU Terpopuler Sepanjang Masa VersiSatria155.com , yang paling sering bikin galau terutama bagi pengguna baru Satria FU alias newbie seperti yg saya alami sendiri. Adapun beberapa tips solusi yang diutarakan diatas hanyalah sharing dari sesama pengguna FU, yang juga sama-sama awam motor. Jadi mungkin saja tidak manjur atau tidak cocok diterapkan di FU anda. Untuk solusi terbaik, sebaiknya konsultasi langsung dengan mekanik atau bengkel langganan anda masing-masing.
Punya daftar keluhan + solusi yang pernah anda alami di satria FU anda?
Mari berbagi pengalaman di kolom komentar, pasti bermanfaat untuk membantu para newbie yg lagi galau karena FU :)
Pucing, Ciyussss?  haha
Salam,
Satria155

No comments: